top of page

Sampai kapan kita dibodohi Hoax?

  • Jan 5, 2017
  • 3 min read

Beberapa tahun terakhir ini dunia online Indonesia tumbuh dengan pesatnya, setiap tahun pengguna internet, Sosial Media bahkan blog naik jumlahnya. Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) Survei yang dilakukan sepanjang 2016 itu menemukan bahwa 132,7 juta orang Indonesia telah terhubung ke internet. (Sumber: Kompas). Angka yang cukup banyak, bandingkan dengan jumlah penduduk di masing-masing negara Eropa. Jumlahnya masih kalah dengan jumlah pengguna internet di Indonesia.

Tetapi seperti yang kita lihat, konten internet yang sangat bebas dan terbuka membuat kita sulit untuk menerima berita yang cukup banyak. banyak konten yang dibuat oleh pengguna internet sendiri dan akhirnya konten yang disajikan bisa menjadi opini pribadi, bias dan subjektif. hal ini akhirnya membuat kita harus bisa memilah mana berita yang layak dan benar yang dijadikan referensi kita untuk dibaca.

Terdapat 3 kategori konten berita yang beredar diinternet. Konten tersebut adalah:

Konten berita jurnalistik

Konten berita Jurnalisme adalah konten berita yang bisa kita terima isinya, atau minimal menjadi sumber berita yang kredibel. diluar bahwa isi konten berita itu menggiring opini kita kearah yang diinginkan media. tetapi dengan adanya susunan redaksi membuat isi berita dapat di bertanggung jawab-kan. dan biasanya media besar yang sudah memiliki redaksi dan isinya akan terus di kontrol oleh dewan Pers. Dulu ada seorang senior jurnalis yang sempat saya wawancara pernah berkata

“Media itu boleh memihak asal jangan sampai di setir”

hal ini berarti media dapat mendukung isu atau tokoh karena mungkin itu dianggap benar, dan mereka akan bertanggung jawab. tetapi saat ada personal yang ingin menyetir konten dengan membayar dengan jumlah uang yang besar. itu tidak boleh. Jadi intinya berita itu harus murni dari visi dan misi media tersebut

Konten berita blog

Konten berita yang ditulis oleh personal atas jerit hati, pengalaman perjalanan atau pendapat tentang hal-hal dikehidupan si penulis tersebut. Tentu ditulis dengan perspektif subjektif oleh si penulis tersebut. Walaupun demikian, konten blogging sekarang mulai mengikuti kaidah jurnalistik yang disitu terdapat proses wawancara dan cross check.

Hoax

Konten Hoax banyak beredar beberapa tahun ini, banyak masyarakat yang menelan mentah-mentah informasi Hoax karena isinya seperti apa yang ada dibenaknya atau karena isi beritanya sesuai dengan yang mereka inginkan. hal ini yang membuat Hoax mudah tersebar. konten Hoax biasanya ditulis oleh anonim atau kalopun oleh media baru tetapi struktur redaksinya tidak ada, dan alamat kantornya tidak ada. penulis Hoax ini memang sengaja mengaburkan identitasnya sehingga mereka tidak susah untuk mempertanggungjawabkan isi konten yang sudah ditulis. nah buat kawan-kawan kalo mendapatkan berita yang penulisnya tidak dikenali atau tidak ada, lebih baik abaikan saja. karena pasti ada kepentingan dari penyebarnya entah itu motif untuk memperkeruh suasana atau keuntungan pribadi yang bersifat financial.

Banyak motif yang digunakan dalam pembuatan berita Hoax. Misalnya adalah mendongkrak popularitas seseorang, seperti halnya artis yang dibuatkan gossip sehingga menarik perhatian masyarakat.

Dan yang paling laris ditelan oleh masyarakat adalah hal-hal yang menyangkut dengan SARA (Suku Agama Ras). Misalnya issue tentang Agama, banyak kasus perang antar umat beragama karena masyarakat membaca situs Hoax yang berisikan permasalahan Agama yang dipelintir sedemikian rupa sehingga salah satu masyarakat terprovokasi dan terjadilah keributan diantara masyarakat beragama.

Atau kasus yang berkaitan tentang Politik. Politik memang kejam dan itu benar adanya. Mungkin beberapa actor politik menggunakan konten berita Hoax untuk menjatuhkan lawan politiknya. Atau untuk mengadu domba antar pengikut partai tertentu.

Tidak jarang juga masyarakat termakan issue yang memberitakan tentang Sexualitas. Ya.. kontenberita yang membahas issue sex memang sexy untuk dibaca, sehingga tak jarang masyarakat ikut terhasut terkait issue tersebut.

Nah buat teman-teman yang ada di social media, please telaah dulu sebelum men-share sebuah berita, atau kita lihat sumber dan asal-usul beritanya kredibel atau ngga. karena sebenarnya memang itu yang diharapkan penyebar berita, mereka hanya mengejar traffic tanpa peduli impact dari berita yang salah dan mengadu domba.

Jelas banyak berita pelintiran yang digunakan untuk kepentingan pribadi pembuatnya. untuk yang berafiliasi politik, mereka memang ingin mengadu domba masyarakat dan netizen. Untuk yang berhubungan dengan adwords, mereka jelas mengejar klik agar banyak iklan yang masuk dan akhirnya penyebar berita mendapatkan uang dari hasil berita yang tak bertanggung jawabnya.

Berikut adalah situ-situs yang baru saja di blokir oleh Kemenfo RI:

1. lemahirengmedia.com,

2. portalpiyungan.com,

3. suara-islam.com,

4. smstauhiid.com,

5. beritaislam24h.com,

6. bersatupos.com,

7. pos-metro.com,

8. jurnalmuslim.com,

9. media-nkri.net,

10. lontaranews.com dan

11. nusanews.com.

Mau sampai kapan kita jadi bodoh karena HOAX?

Jadi kesimpulannya bacalah konten dari sumber yang kredibel, ada redaksi dan juga nama penulis yang dapat dicari apabila ada konten yang harus dipertanggung jawabkan. Semoga kita semua tetap diberi kewarasan

Sumber: agungpuma.blogdetik.com, news.detik.com

Comments


Featured Posts
Check back soon
Once posts are published, you’ll see them here.
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

© 2016 AgenPOS Astro. Proudly created with Wix.com

  • Black Instagram Icon
  • Facebook Social Icon
bottom of page