AWAS..!! PENIPUAN ONLINE MERAJALELA
- Dec 28, 2016
- 2 min read

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi maka penipuanpun semakin banyak kasusnya. Pada tahun 2015 sudah masuk 262 laporan penipuan ke Polres Sleman dan 395 laporan penggelapan, seperti disadur di tribratanewsjogja.com. Sementara di Jakarta terdapat 93 laporan penipuan online di tahun 2015 dengan total kerugian hampir 10 Miliar, seperti yang diberitakan okezone.com.
Kasus penipuan ini terjadi ketika penjual dan pembeli saling berkomunikasi secara pribadi tanpa perantara. Banyak kasus penipuan yang melibatkan start up besar dan media sosial. Penipuan terjadi ketika pembeli sudah transfer tetapi barang tidak kunjung datang.
Jenis-Jenis Penipuan
1.Jual Beli Lewat Sosial Media
Banyak group facebook jual-beli produk, atau tiba-tiba bbm disinvite took online tidak dikenal (contoh karpet rakfur) atau took online lewat instagram. Biasanya konsumen akan dibujuk rayu sehingga menyetujui harga yang tidak masuk akal, atau terlalu murah.Penjual akan memberikan foto KTP, pas foto dan foto took/pabrik tapi bisa dipastikan itu bukan milik penjual.
2.Jual Beli lewat aplikasi online
Beberapa aplikasi online seperti olx dan jualo yang tidak menggunakan rekening bersama biasanya dimanfaatkan oleh penipu. Modusnya adalah penipu akan upload foto produk dengan harga yang tidak masuk akal sehingga menarik perhatian, setelah dihubungi langsung via telefon memang akan diangkat, kemudian uang ditrasnfer tapi barang tidak kunjung datang.
3.Jual Beli lewat Web Store
Masih banyak web toko online yang belum punya rekening bersama. Alhasil, kita sudah transfer tapi barang juga tidak kunjung datang
4.Penipuan lewat Bukalapak, Tokopedia dll
Bukalapak, Tokopedia, Elevenia dll memang sudah menggunakan rekening bersama sebagai perantara. Tapi masih ada celah yaitu, ketika took menghubungi pelanggan bahwa barang yang dicari tidak ada dan ditawarkan barang yang lebih murah. Jangan sekali-kali mengijinkan tanpa sepengetahuan bukalapak, tokopedia dll. Karena uang lebih yang sudah terlanjur kita transfer kemungkinan tidak akan balik ke tangan kita.
Solusi
1.Jangan pernah ditrima undangan kontak bbm dari took online yang belum dikenal
2.Untuk produk yang didapat dari sosial media atau aplikasi olx, jualo dll gunakan system pembayaran COD (cash on delivery)
3.Pastikan identitas KTP dan No rekening bank adalah sama. Kalau beda jangan ditransfer. Jangan pernah mau transfer ke e-cash (ciri-cirinya no rekening seperti no hp)
4.Jual beli lewat aplikasi yang menyediakan rekekning bersama, rekening bersama adalah rekening perantara antara penjual dan pembeli, dimana penjual akan terima uang setelah pembeli konfirmasi trima barang lewat aplikasi. Dan jangan pernah mau, apabila penjual menawarkan produk lain dengan harga lebih murah, tanpa melalui proses. Harusnya produk lama di cancel terlebih dulu, dan pilih produk yang ditawarkan dengan melalui tahap belanja online normalnya. Aplikasi yang sudah menyediakan rekening bersama contohnya Bukalapak, Tokopedia, Lazada, Elevenia dll
5.Laporkan no penipu dengan sms laporan penipuan[spasi]penjelasannya, 1166 (telkomsel), 726 (indosat), 588 (xl-axis) agar di blokir oleh operator




















Comments